Cerita Rakyat dari Sulawesi Utara – Sigarlaki dan Si Limbat

Sunday, November 19th, 2017 - Sulawesi Utara

Si Sigarlaki Dan Si Limbat Cerita Rakyat Sulawesi UtaraPada zaman dahulu di daerah Tondano, hiduplah seorang pemburu perkasa yang bernama Sigarlaki. Sigarlaki sangat tampan dan gagah perkasa, Sigarlaki juga terkenal dengan keahliannya memanah. tidak satupun sasaran meleset dari tombakannya. Sigarlaki juga mempunyai seorang pelayan yang sangat setia, namanya Limbat. Limbat tipe orang yang sederhana dan rajin, Limbat selalu menyelesaikan pekerjaan yang di perintahkan Sigarlaki.

Suatu hari Sigarlaki pergi untuk berburuh. Namun tidak seperti biasanya, kali ini ia sangat kesal karena Sigarlaki pulang tanpa seekor binatang buruan. Kekesalan si Sigarlaki makin bertambah ketika Silimbat melaporkan pada tuannya kalo persediaan daging telah hilang dicuri orang.

“Apa?  Mana mungkin ada orang yang berani melakukan hal itu”. Aku tak percaya omonganmu. Tanpa berpikir panjang Sigarlaki menuduh Silimbat yang mencuri daging itu.

“Atau… jangan- jangan kau sendiri yang mencuri dagingku?” teriak Sigarlaki.

“Tidak Tuan, benar ada orang yang mencuri daging itu. Mana mungkin aku berani berbuat curang pada Tuan?”

Sigarlaki benar-benar marah. Ia merasa sangat sial hari itu. Sigarlaki terus menuduh Limbatah yang mencuri dagingnya.

“Kau harus membuktikan bahwa memang bukan kau pencurinya. Sekarang, ikut aku ke sungai,” perintahnya pada Limbat. Meskipun tak mengerti, Limbat menuruti perintah tuannya.

“Menyelamlah ke dalam sungai ini. Aku akan menancapkan tombakku ke dasar sungai. Jika tombak ini lebih dulu keluar daripada kau, maka kau memang tak bersalah. Namun jika kepalamu yang keluar lebih dulu, berarti kau pencurinya,” kata Sigarlaki.

Limbat sungguh ketakutan. Mana bisa ia menyelam begitu lama, dan mana mungkin tombak itu bisa keluar sendiri dari sungai? Ia sangat cemas.

Limbat tak bisa mengelak. Ia pun menyelam ke dasar sungai dan Sigarlaki menancapkan tombaknya. Tapi, baru beberapa detik berjalan, Sigarlaki melihat seekor babi hutan melintas. Ia segera mencabut tombaknya dan mengejar babi hutan itu. Sayangnya, babi hutan itu lari dengan cepat dan Sigarlaki kehilangan jejaknya.

Limbat pun keluar dari sungai dengan lega. “Tuan, sudah terbukti bukan aku yang mencuri daging Tuan,” katanya.

“Enak saja, itu tadi hanya kebetulan. Kau harus mengulanginya sekali lagi,” jawab Sigarlaki. Rupanya ia masih belum percaya kalau Limbat berkata jujur.

“Jika kali ini kau berhasil, aku baru percaya padamu,” tambah Sigarlaki. Terpaksa, Limbat menyelam untuk kedua kalinya.

Dengan penuh percaya diri, Sigarlaki sekali lagi menancapkan tombaknya. Tiba-tiba, “Aduuhh… kakiku!” teriaknya.

Ternyata seekor kepiting berukuran besar mencapit kakinya. Sigarlaki kesal sekali, ia lalu mencabut tombaknya. Sambil terpincang-pincang, ia berusaha memukul kepiting itu dengan tongkatnya.

Untuk kedua kalinya Limbat keluar dari sungai. Dalam hati ia geli menyaksikan tuannya lari terpincang-pincang. Ia bersyukur, kejujurannya teIah terbukti. Limbat mengejar tuannya dan mengajaknya pulang ke rumah.

“Maafkan aku Limbat, ternyata kau memang jujur padaku,” kata Sigarlaki. Limbat hanya tersenyum. Sejak saat itu, Sigarlaki tak pernah lagi menuduhnya dengan sembarangan.

Cerita Rakyat dari Sulawesi Utara – Sigarlaki dan Si Limbat | nayla | 4.5
Leave a Reply