Cerita Rakyat Maluku Utara – Buaya Tembaga

Friday, November 17th, 2017 - Maluku Utara
Cerita Buaya Tembaga ~ Pulau Ambon termasuk salah satu pulau yang cukup indah di kawasan Indonesia bagian Timur. Pulau ini menjadi indah karena dibentuk oleh dua buah jazirah yaitu Jazirah Lei Hitu dan Jazirah Lei Timur. Kota Ambon yang menjadi ibu kota Propinsi Maluku di Jazirah Lei Timur. Kedua Jazirah itu dihubungkan oleh satu tanah genting yang bernama Tanag Genting Baguala.
buaya-tembaga-2

                             Cerita Buaya Tembaga

Menurut cerita dahulu kala di teluk Baguala terdapat seekor buaya besar, panjangnya kira-kira 5 meter dan warna kulitnya kuning sehinga oleh penduduk di sana lalu diberi nama “Buaya Tembaga.”

Buaya Tembaga tersebut tidak pernah memangsa hewan lain. Namun, sebaliknya ia selalu menolong ikan-ikan, hewan-hewan lainnya dan selalu melindungi mereka dari hewan buas. Keberadaannya Buaya Tembaga terdengar sampai pesisir selatan Pulau Baru. Hewan yang berada di Pulau Baru hidup dalam ketakutan karena ada seekor Ular besar yang selalu memangsa hewan-hewan.

Akhirnya, mereka mengirim utusan untuk meminta bantuan kepada Buaya Tembaga. Yang diutus adalah seekor Ikan, Ikan tersebut harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dari tempat tinggalnya. Sang Ikan pun sampai di kediaman Buaya Tembaga.

‘’ Buaya Tembaga yang baik hati, aku datang dari Pulau Baru untuk meminta bantuanmu.’’ Ujar sang Ikan.

‘’ Apa yang bisa aku bantu?’’ jawab Buaya Tembaga.

‘’ Selama ini kami hidup dalam ketakutan karena ada seekor Ular besar yang melingkar pada pohon. Pohon tersebut melingkar pada pohon dan melintang pada aliran air yang biasa kami gunakan. Hidup kami menjadi tidak tenang. Kami sangat memohon kepada mu untuk membantu mengusir Ular tersebut.’’ ujar Ikan menjelaskan.

Tanpa berpikir panjang, Buaya Tembaga langsung mengabulkan permintaan utusan tersebut. akhirnya, mereka pergi bersama-sama ke Pulau Baru. Buaya Tembaga harus menempuh perjalanan yang cukup jauh. Sesampainya ia disana, ia dipersilahkan untuk istirahat dan dijamu dengan sangat baik.

Keesokan harinya, Buaya Tembaga diantar oleh seluruh Ikan-ikan menuju sang Ular. Pada saat sampai ditempat tujuan, Buaya Tembaga mulai waspada. Ia semakin mendekat pada Ular tersebut. ternyata, Ular sudah memperhatikannya dan menjulurkan kepalanya. Dalam sekejap sang Ular pun langsung melilit tubuh Buaya Tembaga dengan sekuat tenaga. Namun, Buaya Tembaga tenang dan mengumpulkan tenaganya untuk membalas serangan sang Ular.

Cerita Rakyat Maluku Utara – Buaya Tembaga | nayla | 4.5
Leave a Reply